Ahok Tumbang Akibat Menafikan Kaum ‘Kirik’ dan Massa Mengambang

Kupretist blog

Strategi komunikasi para buzzer pihak Ahok konsentrasi pada narasi lawan politiknya, berusaha membuatnya terlihat jelek agar orang-orang tidak mau terafiliasi. Ini persis yang dilakukan para buzzer Hillary, yaitu memperlihatkan kebodohan pihak Trump. Tapi tindakan ini justru menciptakan panggung bagi narasi sang lawan politik (pihak Anies-Sandi).

Para youtuber sudah terbiasa dengan hal ini: like atau dislike itu tidak penting, algoritma Youtube tetap menghitungnya sebagai interaksi, dan youtuber-nya dapat keuntungan besar. Ada seorang youtuber yang punya uang banyak dari video-videonya yang dapat ratusan ribu dislike; tidak masalah orang suka atau tidak, tapi pesannya naik arus dan mencapai jauh lebih banyak orang.

View original post 181 more words

Apa isi kolom agama di KTP ateis?

Sudah pernah mendengar wacana bahwa masyarakat dapat mengosongkan kolom agama di KTP, well, I guess I will do that, later 😉

Anda Bertanya Ateis Menjawab

Pertanyaan terkait:
Bisakah kolom agama pada KTP tidak diisi?

Jawaban:
Sejauh ini kolom agama diisi dengan agama orang tua, agama lama kami, atau dikosongkan. Sebenarnya perundangan di Indonesia sudah memungkinkan untuk mengosongkan kolom agama.

Pasal 64 ayat 2 UU no 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan menyebutkan, “…bagi Penduduk yang agamanya belm diakui sebagai agama berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan atau bagi penghayat kepercayaan tidak diisi….” Pasal ini memberikan peluang bagi siapa pun untuk mengosongkan kolom agama pada KTP-nya.

Namun demikian sepertinya tidak banyak ateis yang sudah mengosongkan kolom agama pada KTP-nya. Ada yang mengisinya dengan Buddha, dengan alasan karena Buddha adalah agama non-teis sehingga paling dekat dengan ateisme. Mengganti kolom agama tidaklaah semudah yang dibayangkan. Tidak adanya arus informasi yang baik dalam sistem pemerintahan kita membuat banyak sekali petugas petugas di level kelurahan yang tidak mengetahui bahwa undang undangnya sudah ada. Jangankan mengosongkan kolom agama, pindah agama pun pengurusannya cukup ribet di…

View original post 116 more words

Eros & Psyche

unbolt me

Just a quarter of an inch across and I’d have been pulling up daisies. Eros is packing some serious heat these days, a fact to which the hole in my living room wall attests. I’m standing here with two fingers inserted, noting the rough edges. Not quite as smooth as one would expect, yet so typical of a god really. Always demanding more than they can give. Always getting more than they deserve. Well, not from me. I refuse to pay him any attention. I withdraw to the bathroom to wash the white residue off my hands.

My mind drifts back to when we were fledglings. All Eros had in those days was a dinky little slingshot from which to fire his pixie skulls. We’d fossick for their wingless remains at the foot of the royal mosaics at Latium, right there on the beach alongside the unsuspecting sunbathers who would soon become…

View original post 227 more words

Kind, kind moon, I want to talk to you in Indonesian

Kind, old kind moon.

Aku melihat jiwa-jiwa orang yang tertabrak mati malam ini.
Kind, kind moon, apakah kau melihatnya juga? Apa yang kau pikirkan?
Aku juga melihat kematian dari sebuah gedung tinggi yang mencoba untuk mencakar selimutmu yang terlalu lebar (kau tahu, kind moon, aku juga ingin tidur di bawah lindungan bintang-bintang.
Tunggu.. selama ini memang aku tidur di bawah lindungan bintang, atau tidak.. tak usah kau pikirkan soal ini, aku hanya bergumam saja, terkadang aku tidak memikirkan apa yang aku bicarakan, maaf).
Kematian itu.. akan kuceritakan padamu, itu terjadi ketika kau sedang merebahkan diri di antara selubung awan-awan tipis — aku bisa merasakanmu, kau pasti sedang merasa panas;

Saat sinar kekasihmu, sun, sedang memantul dan menyatu dengan kolagen di bawah kulitku, aku berjalan dengan wajah datar.
Lalu aku memiringkan kepalaku, kau tahu, seperti anjing-anjing lucu yang ada dalam video di internet, hanya saja aku kurang lucu.
Aku melihat seorang perempuan dengan wajah malam, ia sedang berdiri di jendela yang mungkin tak bisa dibilang jendela, itu seperti pintu. Atau itu memang pintu? Yang jelas, aku terlambat untuk berteriak.
Old kind moon, ia melompat.
Ia tersenyum lepas, sungguh, itu adalah senyuman terbaik dan terpahit yang kulihat sepanjang eksistensiku.
Aku terpaku, hingga aku melihat sesuatu menggembung. Itu terbuat dari kulit, lalu aku terkesima.. itu tulang rusuk, itu sekumpulan tulang rusuk.
Lalu ia menabrakkan tubuhnya ke tanah, kau tahu, seperti ledakan skala kecil.
Seketika usus, hamburger yang sepertinya ia makan tadi pagi, tulang-tulangnya, kepalanya, otaknya, pecah, berhamburan.
Ia melompat dari lantai tiga puluh tujuh.

Ia cantik sekali, namun mengapa hanya ketika ia mati semua orang mengerumuni? Sungguh, ia cantik. Aku ingin sekali merobek wajahnya dan memasangkannya di wajahku. Kau tahu bahwa semua orang enggan melihatku, kan, kind moon?

Ia terlihat begitu bahagia ketika ia melompat, ia terlihat tenang. Kau tahu, kind moon, aku tak pernah setenang itu.
Lalu aku mencobanya juga, di lantai yang sama, di gedung yang berbeda. Gedung kosong itu, kau pasti pernah melihatnya, aku sesegera mungkin pergi ke sana.

Aku bersiap melompat, aku menghitung
“1..2..3!”
Orang-orang menoleh ke hadapanku, mungkin karena aku menghitung terlalu keras. Namun mereka terlambat, sama seperti aku yang juga terlambat.
Aku mendarat bebas, namun aku tak terluka.
Tiba-tiba, sepersekian detik, aku merasa ada serpihan tulang yang menembus jantungku, arteri yang terlepas dan tidak pada tatanannya. Aku juga bernasib sama, seperti wanita itu.

Namun aku merasa tenang, entah mengapa. Apakah kau tahu alasannya, kind moon?
Aku senang, akhirnya aku bisa berenang di antara bintang-bintang yang ternyata tidak sekecil yang kukira.
sejak saat itu, aku melihat begitu banyak kematian, termasuk orang yang tadi tertabrak mati.
Lalu, apa pendapatmu, kind moon?
Kau terlihat rapuh, aku akan merawatmu dari sekarang, itu deal-nya, oke?

Kind moon, apakah kau senang dengan ceritaku?

I am a lonely penguin

You sucked my energy beneath your dry skin
My soul, my muse, is a wild goblin
Drowning in my own sin

As much as sands in the shore
The cruxes of me that you stole
Now my skeletons are sore
Make them stand, you, whom I adore..

Bring back my shine and rosy feelings, goddammit!